Answer
Frekuensi alami $f_n$ dari pegas gelombang sangat penting dalam transmisi otomotif kecepatan tinggi untuk menghindari kelelahan akibat resonansi. Frekuensi dasar diberikan oleh $f_n = \frac{1}{2 \pi} \sqrt{\frac{K g}{W}}$, dengan $K$ adalah laju pegas, $g$ adalah konstanta gravitasi, dan $W$ adalah berat pegas. Karena pegas gelombang memiliki massa yang jauh lebih rendah dibandingkan pegas koil tradisional, frekuensi alaminya jauh lebih tinggi, sering kali memindahkan titik resonansi di luar jangkauan pengoperasian mesin. Namun, untuk pegas multi-putaran, masing-masing putaran juga dapat menunjukkan mode getaran lokal. Insinyur menggunakan Analisis Elemen Hingga (FEA) untuk memverifikasi bahwa frekuensi eksitasi sistem tidak sejajar dengan harmonik pertama atau kedua pegas, yang jika tidak maka akan menyebabkan 'lompatan gelombang' dan kegagalan dini.