Answer
Gesekan tangensial terjadi pada pegas gelombang yang tersarang ketika lilitannya saling bergesekan selama kompresi. Saat pemasangan, pelumas yang digunakan (misalnya molibdenum disulfida atau oli mesin ringan) memainkan peran penting. Jika pegas dipasang dalam keadaan kering, gesekan antar putaran dapat menyebabkan pegas 'mengikat', sehingga menghasilkan beban awal yang jauh lebih tinggi daripada yang dihitung dengan $P = K f$. Selama beberapa siklus pertama (periode 'break-in'), putarannya akan stabil. Insinyur harus menentukan siklus 'yang telah ditentukan sebelumnya' di mana pegas dikompresi hingga ketinggian kerjanya 3-5 kali sebelum pengukuran beban akhir. Hal ini memastikan bahwa gesekan tangensial menjadi stabil dan pegas memberikan gaya yang konsisten pada rakitan.