Bahan-bahan yang digunakan pada pegas dan kegunaannya

2018-09-04

a. Baja karbon dan baja paduan: Saat membuat pegas, elemen logam seperti silikon, mangan, kromium, vanadium, dan molibdenum sering ditambahkan ke baja untuk meningkatkan elastisitas dan batas kelelahan pegas serta membuatnya tahan benturan.

b. Mata air besar sebagian besar diproses dengan cara kerja panas, yaitu bahan pegas digulung menjadi batang pada suhu tinggi, kemudian diproses dan dibentuk pada suhu tinggi, kemudian dipadamkan dalam minyak atau air pada suhu sekitar 780 hingga 850 derajat, dan kemudian ditempa pada suhu 400 hingga 500 derajat.

c. Pegas kecil terlebih dahulu dianil, kemudian dikerjakan dingin, digulung, lalu dikeraskan dan ditempa, seperti kawat baja, kawat piano, atau strip baja.

d. Kawat piano terbuat dari baja karbon tinggi (0,65~0,95%) dengan sedikit pengotor. Jika diameternya biasanya kurang dari 1/4, maka kawat tersebut ditarik ke dalam kabel pada suhu kamar setelah perlakuan pendinginan. Ia memiliki sifat mekanik yang baik, kekuatan tarik dan kekakuan yang tinggi, dan merupakan bahan pegas spiral yang sangat baik.

e. Kawat baja tahan karat digunakan di tempat-tempat yang rentan terhadap korosi. Baja berkecepatan tinggi dan baja tahan karat dapat digunakan untuk menahan suhu tinggi.

f. Kandungan karbon pada kawat temper minyak adalah 0,6~0,7% dan harus mengandung mangan. 0,6~1,0% umumnya digunakan pada pegas koil.

g. Pegas daun biasanya menggunakan baja biasa 0,9-1,0%, dan pegas dengan kualitas lebih tinggi menggunakan baja kromium vanadium dan baja silikon-mangan.