Answer
Pada peralatan pertambangan, cincin penahan sering kali terkena benturan berkekuatan tinggi atau beban 'kejutan'. Jika energi tumbukan melebihi kemampuan material untuk menyerapnya secara elastis, dinding alur (sering kali terbuat dari besi tuang atau baja ringan) akan mengalami 'penghancuran lokal' atau 'pengasinan'. Ini menciptakan profil seperti jalan di alur. Setelah dinding alur tidak lagi berbentuk persegi, cincin akan dengan mudah 'keluar' pada siklus tumbukan berikutnya. Pemecahan masalah kegagalan tersebut memerlukan evaluasi 'Faktor Dampak' dan sering kali memerlukan pelebaran alur untuk menggunakan cincin 'Bersarang' atau 'Tugas Berat' untuk mendistribusikan gaya ke area yang lebih luas.